Pulang ke Pelukan Tangga Batu: Sebuah Perayaan Waktu
Tim Redaksi
TigisCreative · 25 Juni 2026
Ratusan purnama telah berlalu, mengalir membawa kita pada berbagai sudut kehidupan, namun arah angin seolah selalu tahu ke mana hati kita harus berlabuh. Hari ini, di tahun 2026, udara kampus UNISBA kembali dihangatkan oleh resonansi tawa yang sangat familier. Tangga Batu?saksi bisu tempat kita menyemai mimpi sejak tahun 1991?seolah ikut tersenyum menyambut anak-anaknya pulang. Spanduk bertuliskan "35th Stronger Together - We are home" di latar belakang bukanlah sekadar pajangan, melainkan deklarasi rindu yang akhirnya terbayar lunas.
Coba perhatikan kebahagiaan murni yang terekam dalam foto reuni ini. Dalam balutan jaket seragam kebanggaan biru dongker bertuliskan Teknik Industri, kita seolah memutar balik waktu. Usia mungkin telah bertambah, garis senyum di wajah mungkin semakin dalam, namun jiwa kita tetaplah jiwa-jiwa muda dari tahun 1991 yang penuh semangat.
Lihatlah aksi spontan di tengah lapangan itu! Tarian tanpa beban dengan kepalan tangan ke udara, diiringi tepuk tangan riang dan gelak tawa yang lepas hingga mata menyipit. Di detik ini, segala beban pekerjaan, status, dan kerutan di wajah rontok seketika. Siapa pun yang memulai tarian itu benar-benar berhasil menghidupkan kembali "kegilaan" masa muda yang selalu kita rindukan. Kawan-kawan yang lain, baik yang berdiri bertepuk tangan di depan maupun yang tersenyum ceria di belakang, semuanya terhanyut dalam euforia yang sama.
Ada rasa haru yang menyelip lembut di antara riuhnya canda tawa. Kita saling memandang dan menyadari betapa luar biasanya perjalanan ini. Tangga Batu ini bukan sekadar tumpukan semen; ia adalah pelukan hangat yang menyimpan cerita tentang ujian yang gagal, cinta monyet yang kandas, hingga indomie patungan di akhir bulan.
Kini, setelah 35 tahun yang penuh dinamika, kita berdiri di sini lagi. Kita menari bukan karena hidup selalu mudah, tetapi karena kita berhasil melewatinya bersama-sama. Dengan penuh kasih dan rasa syukur, kita merayakan hal yang paling berharga: keabadian sebuah persahabatan.
Selamat pulang, keluarga besar TI '91. Tangga Batu selalu merindukan tawa hebat kita.
Penilaian Pembaca
Seberapa bermanfaat tulisan ini bagi Anda?
Tanggapan Pembaca (0)
Masuk dulu untuk ikut menanggapi tulisan ini.
Belum ada tanggapan. Jadilah yang pertama.