Bersahabat Dengan Al Qur'an

D

David Muhammad

TigisReligius · 8 Agustus 2026

Bersahabat Dengan Al Qur'an
Jadikan Ak Qur'an sebagai sahabat sejati
BERSAHABAT DENGAN AL-QUR'AN Seorang sahabat sejati selalu siap mendampingi sahabatnya dalam keadaan senang. Sahabat sejati harus bisa menghibur sahabatnya yang sedang sedih dan galau, menjadi penenang yang nenyejukkan hati. Seorang sahabat sejati selalu ikhlas memberikan nasehat yang baik kepada sahabatnya, tidak membiarkan sahabatnya itu terperosok ke dalam jurang atau tersesat tanpa petunjuk. Pokoknya, seorang sahabat haruslah dapat menjadi minyak wangi bagi sahabatnya, bukan bara api atau debu sisa pembakaran. Al Qur'an, kitab suci yang merupakan Qalam Allah diturunkan oleh Allah azza wa jalla dari Lauh Mahfudz melalui perantara Jibril 'alaihissalam berupa wahyu yang ditanamkan ke dalam qalbu seorang hamba pilihan, Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wasallam. Segala macam keutamaan Al Qur'an seperti petunjuk, penyejuk dan penenteram hati, pemberi nasehat yang baik, teman di kala susah dan senang , dlsb. adalah ciri-ciri yang sesuai dengan ciri seorang sahabat sejati. Ketika kita berinteraksi dengan Al-Qur’an entah itu membaca, memahami maknanya, atau menghafalnya maka kita gunakan seluruh potensi dari tubuh ini. Mata kita gunakan untuk melihat, mulut komat-kamit membaca atau mengejanya, tangan kita pakai untuk memegangnya, otak berkonsentrasi, telinga mendengar, kaki ditata untuk duduk nyaman, suara, pernafasan, semuanya kita berdayakan. Subhanallah... Karena apa? Karena kelak kita akan dihisab, dimintai pertanggungjawaban. Ketika tubuh dan seluruh anggotanya kita gunakan untuk berinteraksi dengan Al Quran, maka Allah pun ikut bangga dan senang. Namun sebaliknya jika tubuh dan seluruh anggotanya lebih banyak untuk bermaksiat maka rugilah kita. Firman Allah subhanahu wa ta'ala: “Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.” (QS. Yaasin: 65). Mengapa harus menjadi sahabat Al-Qur’an? Karena kita adalah muslim, dan sepantasnyalah seorang muslim itu menjadikan apa-apa yang baik menjadi sahabatnya. Sahabat diartikan yang selalu menyatu, satu irama, satu tujuan. Sehingga ketika yang kita jadikan sahabat baik - dalam hal ini Al-Qur’an, maka pastilah kita menjadi baik. Oleh karena itu, Al-Qur’an selain menjadi hukum Islam yang pertama. Al Qur'an adalah pedoman hidup bagi umat Islam. Maka tak heran jika generasi sahabat Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam adalah generasi terbaik sepanjang masa di dunia, karena mereka menjadikan Al-Qur’an sebagai sahabat sejati. Mereka adalah generasi pertama umat ini yang telah mendapat rekomendasi dari Allah dan RasulNya, telah mendapatkan keridhaan dari Allah Azza Wajalla. Karena mereka orang-orang yang langsung menerima dan mempelajari agama dari Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam. Amalan dan Aqidah mereka telah disaksikan Rasulullah. Firman Allah subhanahu wa ta'ala: "Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah. Dan Allah menyediakan bagi mereka surge-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.” (QS. At-Taubah: 100). Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda, “Sebaik-baik manusia adalah generasiku kemudian setelahnya, kemudian setelahnya” (Muttafaq ‘Alaih). Begitulah Allah menjadikan generasi sahabat mulia karena mereka bersahabat dengan Al-Qur’an. Oleh karena itu ketika kita sering berinteraksi dengan Al-Qur’an maka akan mulia pula. Karena satu-satunya kitab yang Allah muliakan adalah Al-Qur’an. Mendekat dengan Al-Qur’an maka Allah akan mudahkan apa saja di dunia dan akhirat. Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Akan dikatakan pada Hari Kiamat kepada Sahabat Al Qur'an (Para penghafal dan pembaca Al Qur'an), 'Bacalah Al Qur'an dan naiklah derajatmu dan teruslah membacanya seperti kamu membacanya ketika di dunia, karena derajatmu di Surga setinggi dan sebanyak ayat yang kamu baca ketika kamu hidup di dunia'." (Mutafaqun 'alaih). “Bacalah al-Qur’an karena sesungguhnya di hari kiamat nanti ia akan menjadi syafa’at kepada orang-orang yang mengikutinya (menjadi sahabatnya). Bacalah al-Zahrawain (dua cahaya yang bersinar), yaitu surah al-Baqarah dan Surat Ali ‘Imran. Karena keduanya akan datang pada hari Kiamat seakan-akan dua awan besar atau seperti dua kelompok besar dari burung-burung yang akan menjadi hujjah (pembela) orang-orang yang senantiasa membacanya. Kamu bacalah surah al-Baqarah, karena mengambilnya adalah barakah, meninggalkannya adalah kerugian, dan al-Bathalah (ahli kebathilan) tidaklah dapat menguasainya.” (Musnad Ahmad, no. 22213. Shahih Muslim, no. 804) Kita punya sahabat terbaik di rumah kita, tetapi seringkali kita melupakan dan mengabaikannya. Ah... Wallahua'lam... DM-20260808

Penilaian Pembaca

Seberapa bermanfaat tulisan ini bagi Anda?

star star star star star
5.0 / 5,0 (1 penilai)

Tanggapan Pembaca (1)

lock

Masuk dulu untuk ikut menanggapi tulisan ini.

Sjahdinu Miraza 10 Agustus 2026

mantap bro lanjutkan

Siap Bergabung?

Jadi bagian dari jejaring alumni TIGIS dan ikut menghidupkan kegiatannya.